Menembus Batas Google

Posisi pertama hasil dari 13.200.000 search query. Itulah angka yang saya lihat pada Google pada tanggal 27 Dec 2006 sampai saat ini (31 Dec 2006). Mungkin hal ini sudah biasa untuk anda yang menguasi SEO (Search Engine Optimization), tetapi ini adalah hal yang luar biasa buat saya, karena implementasi dari hal ini dapat digunakan dalam banyak hal. Posting yang saya buat sebelumnya, berhasil menjadi “juara” untuk keyword “Creating Fresh Content”, padahal sebelumnya saya tidak pernah berpikiran untuk memposisikan posting tersebut, hal itu hanya untuk informasi bagaimana content dapat diubah menjadi baru dan dikenali oleh search engine, dan yang lainya hanya untuk iseng-iseng. Sayangnya, saya tidak melihat berapa jumlah sebenarnya sebelum saya posting mengenai hal tersebut.

Didalam posting tersebut sama sekali tidak menjelaskan mengenai bagaimana membuat Fresh Content, hanya memberikan hasil dari content yang asli menjadi 3 content yang baru dan dikenali oleh search engine, khususnya Google, sebagai unique content. Saya sempat membaca mengenai keterkaitan antara META Tag, Site Description, Title dan Content mempunyai kaitan yang sangat erat. Tetapi untuk yang ini, menurut saya tidak berlaku lagi. Termasuk umur domain, backlink dan site/blog ranking.



Beberapa artikel yang saya baca, kita dapat menempatkan RSS Feed dalam website kita untuk mendapatkan content secara otomatis, tetapi Feed tersebut hanya mengarahkan ke situs penyedia/hanya sebagai referrer. Untuk SERP (Search Engine Result Page), Web Aggregator ini (Sebutan untuk website penyedia Feed) untuk keyword yang kita tuju, selalu berada dibawah web penyedianya atau bahkan bisa menghilang dari SE (Search Engine). Ini saya perhatikan dari beberapa Website Aggregator yang menggunakan Feed dari Blog saya ini.

Bagaimana meng-generate original content menjadi unique content (dalam beberapa detik)?. Sama sekali tidak sulit, sama mudahnya dengan teknik CTRL + C lalu CTRL + V (Copy Paste). Alhamdulillah, saya terinspirasi hal ini secara tidak sengaja, benar-benar tidak sengaja. Saya langsung mencobanya. Ternyata hasil yang saya dapatkan sangat memuaskan. Secara keseluruhan grammar yang dihasilkan mendekati sempurna. Struktur kalimat juga tidak berubah dan hanya sedikit memerlukan proses editing menggunakan Microsoft Word untuk menyempurnakan grammar dan spell-nya, termasuk memasukan keyword yang kita inginkan, misalnya “Free” atau “Download”.

Masih dalam pertimbangan saya untuk mempublikasikan cara ini, mungkin saja jika banyak yang menggunakan cara ini akan merubah seluruh logika search engine sekarang ini. Apakah saya terlalu berlebihan?. Harus saya pikirkan masak-masak, sempat terlintas untuk mengkomersilkan cara ini, yaitu dengan membuat software dan menjualnya atau membuat service untuk content generator, tapi siapa yang mau beli dan kalau ada yang mau berapa saya harus menjualnya ??? (Dasar otak duit).

Saya merupakan salah satu orang yang rajin mengecek tracking blog saya ini, secara tidak terduga setelah saya posting mengenai ini, blog saya mendapat “kunjungan” dari IP 127.0.0.1, ini saya persepsikan sebagai IP lokal (alias dari Blogspot/Google) Who Knows...???, karena saya menggunakan blogspot untuk blog pribadi saya ini. Apakah Google “Marah” atau justru “Senang” dengan teknik yang saya gunakan ini. Entahlah…

Cara lain untuk membuat unique content adalah dengan benar-benar meng-copy dari website, tetapi harus digabungkan dengan hasil dari website yang lainnya dengan topik yang sama tentunya. Maksudnya adalah, menggabungkan 2 content dari 2 website yang berbeda menjadi satu content. Menurut saya ini adalah salah satu yang cukup efektif, cara ini juga dapat dilakukan dengan membuat Tag atau halaman Archive, sehingga semua content anda akan tergabung menjadi satu, ini akan memudahkan SE mengindexnya.

Seperti inilah logikanya:

a b c + c d e = a b c d e

Sedangkan cara yang paling benar untuk membuat fresh content adalah dengan mengeluarkan kemampuan kita sendiri untuk menganalisa sesuatu dan menuangkannya dalam tulisan. Dengan menggunakan bahasa sendiri yang langsung keluar dari pikiran akan lebih natural dan unique karena yang dihasilkan benar-benar manusiawi, tidak automatic, dan yang pasti akan mendatangkan unique visitor.

3 comments:

Anang, yb said...

Edan tenan... artikel keren. Langsung praktekin... Thanks ya!

ghozi said...

Saya pernah lihat teknik semacam ini juga. Bahkan saya menggunakannya juga he..he... Silakan cek disini dan kalo anda berminat silakan hubungi saya lewat kontak di situsku

Cah Kediri said...

Thanks tips nya.kalo masnya mau bikin software nya and dikomersilkan .Boleh bos,banyk yg butuh nih termasuk aku.Tapi tentu butuh banyak riset kali ya, ok kutunggu info selanjutnya...(kalo udh launching tu software)